K-Bank akan membuka era bank berbasis internet di Korea Selatan paling cepat bulan depan setelah mendapat persetujuan akhir dari otoritas keuangan negara tersebut untuk memulai kegiatan perbankan komersialnya.
Komisi Jasa Keuangan (FSC) pada hari Rabu menyetujui K-Bank yang beroperasi secara daring untuk memulai layanan perbankan komersialnya, menjadikan K-Bank sebagai bank berbasis internet pertama di negara ini. Ini juga merupakan izin pertama operasional bank komersial baru di negara tersebut sejak Bank Pyeonghwa memperoleh persetujuannya 24 tahun lalu.
Bisnis K-Bank akan dipimpin oleh perusahaan telekomunikasi besar Korea, KT Corp., dengan kepemilikan saham sebesar 8 persen di bank berbasis mobile ini, sementara Woori Bank, GS Retail Co., dan Hanwha Life Insurance Co. juga akan turut berpartisipasi dalam bisnis ini sebagai pemegang saham utama dengan masing-masing kepemilikan 10 persen. NH Investment & Securities Co. bergabung dalam bisnis ini dengan kepemilikan saham yang belum diungkapkan di bank berbasis internet baru tersebut. DGB Financial Group juga bergabung dengan K-Bank sebagai bank daerah pertama di negara ini setelah mengakuisisi saham sebesar 3,2 persen di K-Bank dari Bankware Global Co. melalui anak perusahaannya DGB Capital Co.
K-Bank bertujuan untuk memulai operasional penjualannya paling cepat pada akhir bulan depan. Bank ini menetapkan target untuk mencapai penjualan pinjaman senilai 400 miliar won (338 juta dolar) tahun depan dan menjadi bank mobile terkemuka di Korea dengan aset 15 triliun won dalam 10 tahun, kata Direktur Utama K-Bank Shim Sung-hoon dalam konferensi pers yang digelar setelah FSC memberikan persetujuan kepada K-Bank. Shim memperkirakan bahwa dibutuhkan sekitar empat tahun bagi bank tersebut untuk mencapai profitabilitas.
Bank ini belum menetapkan suku bunga simpanan dan pinjaman, namun diperkirakan nasabah akan mendapat manfaat lebih dari layanan perbankan berbasis internet dibandingkan layanan perbankan komersial tradisional, karena bank berbasis internet yang tidak memerlukan layanan transaksi perbankan tatap muka akan mampu memangkas biaya personel dan properti, kata Shim.
Bank berbasis internet ini akan memulai operasionalnya terlebih dahulu dengan layanan perbankan perorangan dan kemudian berkembang ke area lain seperti pengiriman uang ke luar negeri menjelang akhir tahun depan. Mengenai perbankan korporasi, K-Bank menjelaskan bahwa diperlukan waktu sebelum layanan tersebut dapat diberikan mengingat kompleksitas proses kerja yang memerlukan pertemuan tatap muka, jelas Shim.
Tantangan utama adalah bagaimana K-Bank dapat membedakan layanannya dari layanan perbankan mobile yang sudah ada dan telah disediakan oleh masing-masing bank komersial, kata para pengamat industri.
Menyusul persetujuan bank berbasis internet pertama di Korea, Ketua FSC Yim Jong-yong mendorong seluruh karyawan K-Bank maupun otoritas keuangan untuk memegang teguh rasa tanggung jawab yang kuat dan etika bisnis yang kokoh guna membawa industri perbankan berbasis internet negara ini menuju kesuksesan.
Lihat selengkapnya:
http://pulsenews.co.kr/view.php?year=2016&no=868465




